Bayar CBAM dari emisi Anda sendiri, bukan dari default value.
Tanpa data emisi aktual, pembeli di Eropa menghitung produk Anda dengan nilai default yang tinggi untuk Indonesia. Terukur mengukur emisi per fasilitas, termasuk listrik dan bahan baku hulu, lalu mengemasnya siap diverifikasi.
Satu angka menentukan biaya di perbatasan Eropa.
Barang Anda membawa angka emisi ke pelabuhan UE. Tanpa data, angka itu default value. Dengan data aktual, angkanya milik Anda.
Berapa yang hilang kalau Anda pakai default value?
Isi dengan angka Anda. Semua perhitungan berjalan di browser dan tidak dikirim ke mana pun.
Biaya CBAM per tahun, 2026–2034
Rumus sederhana: emisi × (harga sertifikat − harga karbon di RI) × porsi kewajiban tahun itu. Porsi kewajiban mengikuti penghapusan bertahap free allocation EU ETS (2,5% di 2026 sampai 100% di 2034). Perhitungan resmi memakai benchmark per produk dan bisa berbeda. Gunakan angka ini untuk memperkirakan besaran, bukan untuk deklarasi.
Dari mana angka emisi satu ton produk berasal?
Pilih sumber listrik dan bahan baku. Lihat bagaimana total emisi bergerak dibanding default value.
vs default value 8,69
Semua angka di bagian ini ilustrasi untuk menunjukkan cara kerja perhitungan, bukan data pabrik atau faktor emisi resmi. Angka sebenarnya hanya bisa didapat dari pengukuran di fasilitas.
Dari empat variabel biaya CBAM, hanya satu yang bisa Anda ubah.
Emisi terkandung
Tanpa bukti, UE memakai default value plus markup yang naik dari 10% (2026) ke 30% (2028). Pemasok yang sebenarnya lebih bersih tetap dihitung seperti yang paling kotor.
Harga EU ETS
Ditentukan pasar karbon UE, sekitar €75 per ton. Tidak bisa dikontrol eksportir.
Harga karbon di RI
Pajak karbon sudah ada di UU HPP tetapi belum dipungut, jadi praktis nol.
Porsi kewajiban
Naik dari 2,5% pada 2026 ke 100% pada 2034. Biaya kecil sekarang, besar saat kontrak jangka panjang Anda berjalan.
Porsi kewajiban CBAM per tahun. Pembeli menyusun daftar pemasok untuk 2028–2030 sekarang, jadi pemasok tanpa data tersingkir sebelum biayanya besar.
Waktunya lebih pendek dari kelihatannya.
Dari pabrik Anda ke laporan yang siap diverifikasi.
Ukur
Kami memetakan batas instalasi dan mengumpulkan data bahan bakar, proses, dan bahan baku. Untuk listrik, kami membaca data meter dan memisahkan sumber: PLN, PLTU captive, atau PLTS on-site.
Hitung
Emisi langsung, emisi listrik, dan emisi bahan baku hulu dihitung per produk sesuai metodologi CBAM, sehingga muncul angka tCO₂e per ton untuk tiap kode CN.
Kemas
Data, bukti, dan asumsi disusun menjadi satu berkas yang bisa diaudit, termasuk communication template yang diminta importir Anda.
Hubungkan
Berkas diserahkan ke verifikator terakreditasi pilihan Anda atau importir. Kami mendampingi sampai verifikasi selesai dan memperbarui data tiap tahun.
Satu berkas data per instalasi.
DIREmisi langsungPembakaran bahan bakar, reduktor, dan emisi proses per instalasi.ELECEmisi listrik dengan buktiFaktor emisi sesuai sumber listrik aktual, didukung data meter. Untuk klaim sambungan langsung, kami siapkan bukti teknisnya.PRECBahan baku huluEmisi NPI, ferronikel, klinker, atau alumina dari pemasok Anda, bukan default.TMPLCommunication templateFormat data yang diminta importir UE untuk deklarasi CBAM mereka.GAPPeta penurunan emisiLangkah yang paling menurunkan angka per ton, misalnya ganti sumber listrik atau perbaiki efisiensi.
Terukur bukan lembaga verifikasi.
Verifikasi CBAM harus dilakukan verifikator yang terakreditasi di UE. Kapasitas mereka terbatas, sementara pemohonnya ribuan. Kunjungan lapangan bisa memakan €5.000–50.000 per fasilitas.
Peran kami menyiapkan data yang rapi dan lengkap, supaya verifikasi lebih cepat, lebih murah, dan tidak gagal karena dokumen kurang.
Kalau data aktual Anda ternyata lebih tinggi dari default value, misalnya karena PLTU captive, kami katakan terus terang dan tunjukkan opsi penurunannya.
Tiga pihak yang butuh angka yang sama.
Pertahankan pembeli Eropa
Pabrik yang mengekspor barang terkena CBAM, langsung atau lewat trader.
Bedakan pemasok yang baik
Profil emisi pemasok Indonesia yang datanya terukur, untuk keputusan sourcing dan deklarasi tahunan.
- Data per instalasi, bukan rata-rata negara
- Format siap deklarasi
Ukur risiko karbon portofolio
Eksposur CBAM per fasilitas untuk kredit ke smelter dan pabrik berorientasi ekspor.
- Skenario 2026–2034
- Dampak ganti sumber listrik
Mulai dari satu produk, satu fasilitas.
Kami membuka pilot terbatas untuk eksportir yang ingin tahu posisi emisinya sebelum deklarasi pertama jatuh tempo 30 September 2027.
- Asesmen awal: batas instalasi, data yang sudah ada, dan celahnya
- Perkiraan emisi aktual dibanding default value
- Rencana kerja menuju berkas siap verifikasi
Dijalankan oleh praktisi kelistrikan dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di utilitas nasional, mencakup metering, faktor emisi grid, dan pelanggan industri.
Yang sering ditanyakan
Kapan CBAM mulai benar-benar berbayar?
Fase definitif berjalan sejak 1 Januari 2026. Importir UE menyerahkan deklarasi pertama untuk tahun 2026 paling lambat 30 September 2027. Porsi kewajiban masih kecil di awal lalu naik sampai 100% pada 2034.
Saya tidak mengekspor langsung ke Eropa. Apakah terkena?
Bisa. Kewajiban ada di importir UE, tetapi mereka akan meminta data emisi dari pemasok, termasuk pemasok di Indonesia yang menjual lewat trader. Tanpa data, mereka memakai default value dan biasanya meneruskan biayanya ke harga beli.
Pabrik kami pakai PLTU captive. Apakah data aktual tetap menguntungkan?
Belum tentu. Kalau emisi aktual di atas default value, memakai default bisa lebih murah dalam jangka pendek, meski markup default naik tiap tahun. Kami hitung keduanya dan tunjukkan langkah yang paling menurunkan angka, misalnya PLTS on-site atau pembelian listrik dari PLN.
Bagaimana dengan kerahasiaan data produksi?
Data hanya dibagikan ke verifikator dan importir yang Anda setujui. Communication template berisi angka emisi per produk, bukan resep proses atau data komersial.
Apa bedanya dengan platform intelijen CBAM global?
Platform global mengestimasi emisi fasilitas dari data publik. Untuk Indonesia data publiknya tipis, terutama di kawasan industri dengan pembangkit captive. Kami mengukur langsung di fasilitas, jadi angkanya bisa dipakai untuk deklarasi dan verifikasi.
Hitung jejak karbon fasilitas Anda: Scope 1, 2, dan 3.
Masukkan data aktivitas setahun. Aplikasi menghitung emisi per scope, intensitas per ton produk, dan perkiraan emisi terkandung untuk CBAM. Contoh pabrik baut baja sudah terisi; ganti dengan angka Anda. Data hanya tersimpan di browser ini.
Bahan bakar & proses
Scope 1 · langsung| Sumber | Jumlah | Satuan | Faktor emisi (tCO₂/satuan) | tCO₂ |
|---|
Listrik
Scope 2 · tidak langsungRantai pasok
Scope 3 · pilihanBahan baku yang dicentang "precursor" ikut dihitung dalam emisi terkandung CBAM.
| Bahan baku dibeli | Jumlah (t) | EF (tCO₂e/t) | Precursor | tCO₂e |
|---|
| Transportasi | Muatan (t) | Jarak (km) | EF (kgCO₂e/t·km) | tCO₂e |
|---|
Cara aplikasi ini menghitung
Emisi = data aktivitas × faktor emisi, mengikuti GHG Protocol Corporate Standard. Faktor bahan bakar memakai default IPCC 2006 (CO₂ saja, tanpa CH₄ dan N₂O).
Scope 1 mencakup pembakaran bahan bakar di fasilitas dan emisi proses seperti kalsinasi batu kapur (0,44 tCO₂/t CaCO₃).
Scope 2 location-based memakai faktor emisi grid rata-rata. Market-based mengurangi MWh yang ditutup REC, lalu sisanya dikalikan faktor grid sebagai pendekatan residual mix. Listrik PLTU captive yang dibeli dari pihak lain dihitung di Scope 2 dengan faktor emisi pembangkitnya.
Scope 3 di sini hanya bahan baku dibeli (kategori 1) dan transportasi hulu (kategori 4).
| Sumber | tCO₂/satuan |
|---|
Faktor grid, captive, bahan baku, dan transportasi di contoh adalah asumsi yang bisa diedit. Untuk pelaporan resmi dan CBAM, gunakan faktor emisi spesifik fasilitas dan minta verifikasi pihak ketiga.
Know what your Indonesian suppliers actually emit.
Without supplier data, your CBAM declaration falls back on Indonesia's default values, which are among the highest for stainless and steel. Terukur collects installation-level emissions at your suppliers' sites and delivers them in the format your declaration needs.
One number sets the cost at the EU border.
Every shipment carries an emissions figure to the EU port. Without supplier data it is the default value. With installation data, it is the real one.
Which supplier carries the lowest CBAM cost?
Edit any value. The rows are illustrative suppliers, not real companies. Calculations run in your browser.
| Supplier | Electricity | Data status | Intensity tCO₂e/t | CBAM €/t | Annual cost | vs default |
|---|
Cost = intensity × certificate price × CBAM phase-in share for the year (2.5% in 2026 rising to 100% in 2034). Suppliers without data are charged at the default value. The official method uses product benchmarks; treat this as an order-of-magnitude screen.
Without data, every supplier looks the same.
Each dot is an illustrative Indonesian supplier. With no data, all sit at the default value. Measure them, and the real spread appears: some well below default, some above.
The runway is shorter than it looks.
You name the suppliers. We go to their sites.
Request
Send us your Indonesian supplier list and CN codes. We contact each supplier in Bahasa Indonesia and agree on scope and confidentiality.
Collect
Our team works on site: fuel, process and precursor data, plus metered electricity split by source (PLN grid, captive coal, on-site solar).
Deliver
You receive a completed communication template per installation and product, with evidence ready for an EU-accredited verifier.
Update
Data is refreshed every reporting year, and you get a note whenever a supplier changes power source or process.
Supplier data you can declare.
TMPLCommunication template per installationDirect, indirect and precursor emissions per CN code, in the format your declaration uses.EVIDEvidence packMeter data, fuel records and assumptions, organised for verification.RANKSupplier rankingYour Indonesian suppliers compared on intensity and cost, 2026–2034.LOCALLocal presenceSite visits, Bahasa Indonesia communication and follow-up handled in Indonesia.
Public data cannot tell good suppliers from bad ones.
Many Indonesian plants, especially in nickel-based industrial parks, run on captive coal power. Others buy from the PLN grid or have rooftop solar. Their intensities can differ widely, but public sources rarely show which is which.
Estimates from global databases are a starting point. Declarations need installation data.
Terukur is not a verification body. We prepare the data; your accredited verifier signs it off.
Start with your highest-volume supplier.
The first declaration for 2026 imports is due 30 September 2027. Supplier data takes months to collect.
- Scoping call within one week
- One supplier, one product to begin
- Expand to your full Indonesian supplier base
Common questions
Will my suppliers cooperate?
Most want to keep EU customers. We approach them locally, in their language, and explain that actual data usually lowers the price pressure they face. Data stays limited to what the CBAM template requires.
What if a supplier's actual emissions exceed the default?
Then you will know. You can keep using the default for that supplier, ask for a reduction plan, or shift volume. Hiding it only defers the cost as default markups rise.
Can you buy through traders?
Yes. We trace the producing installation behind the trader, since CBAM data is tied to the installation, not the seller.
Do you replace our verifier?
No. We prepare installation data and evidence. Verification stays with an EU-accredited body.